Polisi Penolongku: Peduli Kemanusiaan Kombes Putu Kholis Dampingi Keluarga Korban Kanjuruhan

KOTA MALANG – Komitmen kemanusiaan Polresta Malang Kota kembali ditegaskan melalui program unggulan “Polisi Penolongku”, gagasan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana yang menempatkan Polri sebagai sahabat, pendamping, dan penolong masyarakat.

Melalui pendekatan sosial dan humanis, Polresta Malang Kota hadir untuk membersamai keluarga korban Tragedi Kanjuruhan agar tetap memiliki harapan serta masa depan yang terjaga.

Komitmen tersebut diwujudkan saat Kapolresta Malang Kota bersilaturahmi dengan keluarga korban Kanjuruhan yang berdomisili di Kota Malang, Rabu (21/1/2026).

Dalam suasana penuh empati, Kombes Putu Kholis menegaskan bahwa Polresta Malang Kota bukan sekadar institusi penegak hukum, tetapi juga rumah yang menaungi dan memperjuangkan hak-hak keluarga korban secara berkelanjutan dan solutif.

Jadi Rumah Keluarga Korban Kanjuruhan, Kapolresta Malang Kota Hadirkan Program “Polisi Penolongku”

Silaturahmi itu menjadi ruang dialog terbuka antara Polri dan keluarga korban untuk menyerap aspirasi serta mendengar kebutuhan riil di lapangan.

Polresta Malang Kota memastikan kehadiran negara melalui pelayanan kepolisian yang mengedepankan nilai kepedulian, sosial, dan kemanusiaan agar keluarga korban tidak berjalan sendiri dalam menghadapi dampak tragedi.

Sebagai implementasi nyata, Kapolsek Sukun Kompol Riyan Wahyuningtiyas melaksanakan amanah Kapolresta dengan berkoordinasi langsung bersama Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan Negeri Kota Malang terkait pengurusan hak asuh anak korban Kanjuruhan, Senin (26/1/2026).

Pendampingan hukum ini menjadi bagian penting dalam menjamin perlindungan hak anak korban secara berkelanjutan.

Jadi Rumah Keluarga Korban Kanjuruhan, Kapolresta Malang Kota Hadirkan Program “Polisi Penolongku”

Kompol Riyan menegaskan bahwa langkah tersebut lahir dari tanggung jawab moral Polri terhadap keluarga korban.

“Arahan Bapak Kapolresta jelas, Polresta Malang Kota harus menjadi rumah bagi keluarga korban Kanjuruhan. Kami berupaya mencarikan solusi, mulai dari pendampingan hak asuh, pendidikan, hingga aspirasi warga agar tersampaikan kepada pemerintah daerah,” ujarnya.

Tak hanya berhenti pada aspek hukum, kepedulian juga menyentuh masa depan pendidikan. Kompol Riyan turut berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi terkait pengajuan beasiswa bagi adik kandung korban Kanjuruhan yang selama ini bergantung pada kakaknya sebagai tulang punggung keluarga.

Melalui Program Polisi Penolongku, Polresta Malang Kota menegaskan transformasi pelayanan Polri yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan secara nyata dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *