Masyarakat dan Ketua PWI Jatim Apresiasi Kegiatan Bakti Kesehatan dan Sosial Reuni Akabri 91 di Malang

Written By :

Category :

Peristiwa

Posted On :

Share This :

MALANG – Kegiatan bakti kesehatan dan sosial oleh Alumni AKABRI 91 mendapat apresiasi dari banyak pihak. Selain warga masyarakat yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan sosial yang digelar oleh TNI Polri khususnya alumni AKABRI 91 itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) wilayah Jawa Timur, Lutfil Hakim juga acungkan jempol untuk TNI – POLRI. Lutfi menyebutkan, bahwa kegiatan yang diadakan oleh TNI POLRI di Lapangan Rampal Kota Malang itu sangat membantu masyarakat Jawa Timur khususnya warga Malang Raya. “Dengan adanya bakti kesehatan dan Bakti Sosial di Reuni Akabri 91 ini saya kira bukan hanya soal kesehatan masyarakat yang terbantu, namun juga membantu perekonomian masyarakat,” kata Ketua PWI Jatim, Sabtu (21/10). Selain Ketua PWI. Riadi, salah satu warga Turen, Malang menyampaikan ucapan terima kasih atas bakti kesehatan dalam kegiatan Reuni Akabri 91 yang dilaksanakan di Malang. “Saya ini mengantarkan anak saya khitan, alhamdulillah di bakti kesehatan Akabri 91 ini gratis. Banyak anak anak yang ikut dan saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Kapolri,” ucap dia. Sedangkan warga lain yakni Armando, warga Kota Surabaya, yang sehari hari aktifitasnya sebagai seniman tradisional, menyampaikan bahwa kegiatan Akabri 91 ini sangat luar biasa dan dapat membantu masyarakat.   “Kegiatan ini sangat positif dan saya Apresiasi Bapak Kapolri dan Bapak Panglima TNI. Dimana kegiatan ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan kesehatan gratis,” tutup dia. Seperti diketahui, kegiatan Bakti Kesehatan ini menyediakan berbagai layanan kesehatan untuk masyarakat umum. Di Lapangan Rampal, Kota Malang, terdapat beragam pelayanan yang dapat diikuti, seperti pengobatan umum, pengobatan spesialis, pemeriksaan laboratorium, konsultasi gizi, mobil katarak, mobil gigi, mobil bedah, mobil chamber, layanan KB atau ibu hamil, pencegahan stunting, visus, penghilangan tatto, fisioterapi, donor darah, serta khitan. Sebanyak 85 orang relawan terlibat dalam kegiatan ini, terdiri dari 6 dokter gigi, 179 perawat, 7 tenaga kesehatan lainnya, 22 petugas Palang Merah Indonesia (PMI), 40 personel TNI, dan 120 relawan non-nakes.